Translate

05 Juni 2013

Pesawat Honda HA-420 HondaJet

Honda HA-420 HondaJet

Negara Asal
Jepang dan Amerika Serikat




foto Honda HA-420 HondaJet


Powerplants
Dua 7.43kN (£ 1670) Honda HF-118 turbofan.

Performance
Kecepatan maks 778km / h (420kt). 
Layanan langit-langit 41.000 ft Rentang 2037km (1100nm).

Berat
Max lepas landas 4173kg (£ 9200).

Ukuran
Rentang sayap 12.20m (39ft 9in), panjang 12.50m (41ft 1in), tinggi 4.10m (13ft 2in).

Kapasitas
Dua awak ditambah empat penumpang, atau satu awak ditambah lima penumpang.

Produksi
Satu prototipe (awal tahun 2004).

Jenis
Jet perusahaan Cahaya

Sejarah
   Honda Motor Company Ltd diam-diam mengembangkan jet perusahaan cahaya, HA-420 HondaJet, di fasilitas penelitian kedirgantaraan di Greensboro-Piedmont Triad bandara, North Carolina, AS. Pada tahun 1986 Honda mulai penelitian ke jet bisnis kompak, menggunakan mesin dari produsen lain. Namun, rincian penelitian ini belum pernah terungkap. Dari tahun 1999 Honda mengembangkan mesin turbofan sendiri jet, HF-118, yang testflown pada Cessna Citation. Mesin ini dilengkapi dengan kipas, kompresor dua tahap dan turbin dua tahap. Bentuk sayap HondaJet masa depan diuji pada Lockheed T-33.
HA-420 HondaJet melakukan penerbangan pertama pada tanggal 3 Desember 2003. Pesawat akan menjalani sekitar 200 jam uji penerbangan untuk memverifikasi karakteristik terbang dan kinerja.
Sebuah fitur yang menonjol dari HondaJet adalah konfigurasi mesin over-the-sayap. Karena tidak ada carry-melalui struktur diperlukan dalam pesawat belakang untuk mesin tunggangan, ini memungkinkan untuk kabin penuh-lebar jauh belakang memperoleh 30% ruang ekstra dalam dimensi yang sama. Honda juga mengklaim bahwa konfigurasi ini mengurangi hambatan pada kecepatan tinggi.

   Pesawat terbuat dari bahan komposit, ringan co-sembuh karbon komposit / roti honeycomb, sedangkan sayap terbuat dari panel kulit integral kaku terbentuk dari satu lembar aluminium, menawarkan permukaan yang lebih halus dibandingkan konfigurasi konvensional. Sayap menggunakan Honda milik turbulensi mengurangi laminar SMH-1 airfoil, yang agak tebal tapi menawarkan drag rendah dengan kecepatan tinggi. Juga hidung dirancang untuk menghasilkan aliran laminar untuk mengurangi drag. Honda mengklaim bahwa fitur ini, bersama dengan hemat bahan bakar HF-118 mesin, mencapai efisiensi bahan bakar 40% lebih tinggi. Pesawat ini dilengkapi dengan Garmin G-1000 kaca kokpit dengan tiga display dan sistem avionik terpadu. Empat penumpang dapat diakomodasi dengan dua awak, atau lima penumpang dengan pilot tunggal.
   
   Honda belum mengungkapkan jika dan ketika HondaJet akan diambil ke dalam produksi, tetapi akhir 2003 ada rumor bahwa Honda sedang menyelidiki kemungkinan untuk mengambil alih sebuah perusahaan AS yang ada untuk memfasilitasi produksi pesawat.

Karya anak bangsa video pesawat N-219 PT. Dirgantara Indonesia

PT. Dirgantara Indonesia bukti nyata kalau bangsa Indonesia mampu membuat pesawat terbang sendiri dan mampuh bersaing dengan negara .

Sejarah Dan pengertian Pesawat terbang

Sejarah Dan pengertian Pesawat terbang



Pengertian dan sejarah pesawat Terbang.
Pesawat terbang atau pesawat udara adalah mesin atau kendaraan apapun yang mampu terbang di atmosfer atau udara. Pesawat terbang yang lebih berat dari udara diterbangkan pertama kali oleh Wright Bersaudara (Orville Wright dan Wilbur Wright) dengan menggunakan pesawat rancangan sendiri yang dinamakan Flyer yang diluncurkan pada tahun 1903 di Amerika Serikat.
Selain Wright bersaudara, tercatat beberapa penemu pesawat lain yang menemukan pesawat terbang antara lain Samuel F Cody yang melakukan aksinya di lapangan Fanborough, Inggris tahun 1910. Sedangkan untuk pesawat yang lebih ringan dari udara sudah terbang jauh sebelumnya.
Penerbangan pertama kalinya dengan menggunakan balon udara panas yang ditemukan seorang berkebangsaaan Perancis bernama Joseph Montgolfier dan Etiene Montgolfier terjadi pada tahun 1782, kemudian disempurnakan seorang Jerman yang bernama Ferdinand von Zeppelin dengan memodifikasi balon berbentuk cerutu yang digunakan untuk membawa penumpang dan barang pada tahun 1900. Pada tahun tahun berikutnya balon Zeppelin mengusai pengangkutan udara sampai musibah kapal Zeppelin pada perjalanan trans-Atlantik New Jersey 1936 yang menandai berakhirnya era Zeppelin meskipun masih dipakai menjelang Perang Dunia II.
Setelah zaman Wright, pesawat terbang banyak mengalami modifikasi baik dari rancang bangun, bentuk dan mesin pesawat untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara.


 Bagian bagian terpenting pada pesawat.


1.      Badan pesawat ( Fuselage ) terdapat didalamnya ; ruang kemudi (Cockpit) dan ruang penumpang(Passenger).
2.      Sayap (Wing), terdapat Aileron berfungsi untuk “Rolling” pesawat miring kiri – kanan dan Flap untuk menambah luas area sayap ( Coefficient Lift ) yang berguna untuk menambah gaya angkat pesawat. 
3.      Ekor sayap (Horizontal Stabilazer), terdapat Elevator berfungsi untuk “Pitching” nose UP – DOWN.
4.      Sirip tegak (Vertical Stabilizer), terdapat Rudder berfungsi untuk “Yawing” belok kiri – kanan.
5.      Mesin (Engine), berpungsi sebagai Thrust atau gaya dorong yang menghasilkan kecepatan pesawat.
6.      Roda Pesawat ( Landing Gear ),berfungsi untuk mendarat/ landing atau tinggal landas / Take-off.
Pada dasarnya apabila pesawat sedang terbang selalu menggabungkan fungsi-fungsi control diatas, spt contoh ; bila pesawat belok kanan atau kiri , maka yang digerakkan Aileron dan Rudder, jadi sambil belok pesawat dimiringkan agar lintasan belok lebih pendek, yang dapat menghemat waktu dan menghemat pemakaian bahan bakar.



Komponen Dasar Pesawat dan Fungsinya



Hal yang pertama yang orang perhatikan jika berada di bandara adalah bervariasinya pesawat dan desainnya. Walaupun selintas Anda mungkin berpikir pesawat berbeda satu dengan lainnya namun Anda mendapati komponen utama umumnya sama, yaitu badan pesawat, sayap, ekor, dan dapur pacu alias mesinnya. Setiap pesawat memiliki komponen-komponen ini sesuai dengan desain dan peruntukannya.

Fuselage / badan pesawat
Adalah badan pesawat yang memiliki banyak fungsi. Disamping tempat tempel berbagai komponen utama lain badan pesawat juga terdapat kokpit juga kabin yang berisi bangku-bangku penumpang dan juga bagasi yang dapat diganti dengan bangku tambahan.

Wing / sayap
Ketika aliran udara melewati sayap pesawat, aliran ini menyebabkan gaya angkat yang membuat pesawat dapat terbang. Sayap dibentuk untuk mengambil manfaat gaya ini secara maksimal. Ada yang terletak di atas, tengah maupun dibawah badan pesawat. Desain ini dinamakan berturut-turut sebagai high, mid, dan low wing.

Jumlah sayap juga bervariasi, yang bersayap tunggal disebut monoplane, yang ganda disebut biplane.
Untuk membantu menerbangkan pesawat, sayap punya dua macam sirip yang menempel diujung dan dipangkal sayap. Masing masing disebut sebagai aileron dan flap. Aileron (kemudi guling) terbentang dari tengah sayap sampai keujung tiap sayap yang bergerak keatas dan kebawah secara berlawanan pada masing-masing sayap, dengan membelokkan seperti stir mobil biasa. Jika  aileron kanan naik maka yang kiri turun juga sebaliknya.

Flap terbentang mulai pangkal sampai pertengahan sayap ditiap sayap, flap ini selalu bergerak searah, jika flap kiri turun maka flap kanan juga turun dengan sudut yang sama. Dikendalikan dengan menarik tuas seperti rem tangan pada mobil, atau memutar roda kerekan atau juga secara elektris pada tipe pesawat yang lebih muda tahun pembuatannya.

Empennage / ekor
Pada ekor pesawat ada stabiliser tegak dan stabiliser horisontal. Masing-masing tak bergerak dan berfungsi seperti bulu pada panah untuk menstabilkan pesawat dan membantu Anda meluruskan pesawat.Di ekor juga ada rudder / kemudi tegak yang ditempelkan dibelakang stabiliser tegak. Gunanya menggeser hidung pesawat saat terbang kekiri dan kanan, dikendalikan dengan pedal kaki.Rudder juga dikombinasikan dengan aileron agar pesawat membelok sempurna.
Kemudian juga ada elevator yang ditempelkan dibelakang stabiliser horisontal. Saat terbang berguna menaikkan dan menurunkan hidung pesawat sampai mencapai ketinggian yang diiinginkan, dengan menarik atau mendorong yoke atau stik. Umumnya elevator punya sirip tambahan yang kecil dibelakangnya disebut trim tab. Gunanya mengatur tekanan yang harus dikeluarkan saat memposisikan sudut tanjak / tukik. Trim tab diatur didalam kokpit oleh roda yang bisa diatur kedepan dan kebelakang.

Stabilator
Beberapa desain ekor memiliki tipe stabiliser horisontal unik yang bisa bergerak naik turun pada engselnya (pivot point) sehingga berfungsi seperti elevator. Sirip ini disebut stabilator, seperti yang diaplikasikan di pesawat PA 28-181 Archer II misalnya.
Dibelakangnya ada sirip kecil semacam trim tab yang disebut antiservo tab fungsinyapun juga sama yaitu menjaga sudut tanjak atau tukik tanpa kontrol berlebih. Tanpa antiservo setir terasa sangat ringan sehingga cenderung over control,dan pesawat jadi “liar” gerakannya.

Landing gear / roda
Gunanya menyerap beban dan menyangga pesawat saat di darat. Umumnya ada tiga bagian yaitu didepan (hidung) untuk menyetir, juga dikiri dan dikanan (main landing gear). Umumnya sekarang seperti demikian (yang disebuttricycle) namun jaman dulu untuk kemudi / setir diletakkan diujung ekor (taildragger / tailwheel). Landing gear ada yang dapat ditarik masuk kesayap (retractable gear) namun banyak juga yang tidak (fixed). Keuntungan jenis yang dapat ditarik adalah mengurangi hambatan saat terbang.

Shock strut / peredam kejut
Seperti pada mobil pesawat juga butuh peredam kejut pada roda. Peredam ini berfungsi meredam goncangan saat mendarat, juga menstabilkan pesawat saat rolling saat takeoff. Seperti di mobil peredam juga ada yang berbentuk teleskopik yang diisi gas atau oli dan per daun (spring), atau kombinasi keduanya.

Brake / rem
Ram pesawat bekerja layaknya mobil namun perbedaannya ada pada penempatannya,rem pesawat ditempatkan hanya di main gear umumnya terpisah kiri dan kanan. Karenanya bisa dioperasikan terpisah pula (differential braking). Umumnya diletakkan diatas pedal rudder, gunanya saat membelok lebih tajam didarat jika diperlukan saat taxi.

Powerplant / dapur pacu
Pada pesawat kecil biasanya terdiri dari mesin dan baling-baling. Putaran mesin juga membangkitkan listrik dari dinamo ampere / alternator atau generator yang diperlukan peralatan elektronik seperti radio, juga menggerakkan sumber vakum yang dibutuhkan beberapa instrumen terbang, dan memanaskan kabin jika suhunya turun. Mesin pesawat tergantung (mounted) didinding yang juga berfungsi sebagai penyekat (firewall).

Sertifikasi pesawat
Sejauh ini kita membahas tentang pesawat yang biasa terlihat namun masih banyak yang juga disebut pesawat tidak hanya pesawat terbang sayap tetap namun juga helikopter, pesawat luncur (glider), dan balon terbang.  Untuk membedakannya sesuai jenisnya otoritas membaginya dalam dua sistem kategori, kelas dan tipe. Seorang penerbang hanya diijinkan menerbangkan pesawat sesuai dengan kategori, kelas dan tipe pesawat yang sesuai dengan sertifikat terbangnya.
  
  Untuk sertifikasi pesawat, kategori adalah menyangkut kegunaan yang diinginkan dan batasan yang berlaku pada pengoperasiannya. Kategori normal dan utility contoh umum pada pesawat kecil, umumnya pesawat latih memenuhi syarat kedua kategori ini tergantung pada berat saat terbang. Kategori aerobatik umumnya memiliki batasan yang sedikit karena rancang bangunnya sendiri sudah sangat kuat daripada kategori normal dan utility. Pesawat komuter didesain untuk mengangkut penumpang namun terbatas sampai 19 orang dan 19.000 lbs barang kebawah. Pesawat transport biasanya digunakan airliner dan pesawat besar lain yang melebihi batas-batas berat beban dan penumpang biasanya.










04 Juni 2013

Antonov An-38 New

The Antonov An-38

Country of origin 
Ukraine
Photos 
Click here for full size photo!
Click for large version.

Photo © Gleb Osokin - Russian AviaPhoto Team

More photos of Antonov An-38
Powerplants 
An-38-100 - Two 1118kW (1500shp) Honeywell TPE331-14GR-801E turboprops driving Hartzell five blade propellers.
An-38-200 - Two 1030kW (1380shp) Omsk TVD-20 turboprops driving Aerosila propellers.
Performance 
An-38-100 - Max cruising speed 405km/h (219kt), nominal cruising speed 380km/h (205kt). Range at 3050m (10,000ft) with maximum payload 700km (380nm), with 1300kg (2865lb) payload 1750km (945nm).
An-38-200 - Range at 3050m (10,000ft) with maximum payload 780km (420nm), with 1300kg (2865lb) payload 1780km (960nm).
Weights 
An-38-100 - Empty 5300kg (11,684lb), max takeoff 9500kg (20,945lb).
An-38-200 - Max takeoff 9930kg (21,891lb).
Dimensions 
Wing span 22.06m (72ft 5in), length 15.67m (51ft 5in), height 5.05m (16ft 7in).
Capacity 
Flightcrew of two. Standard passenger seating for 26 at three abreast, optionally 27 seats at 75cm (29in) pitch.
Production 
11 (mid 2004).
Type 
Regional airliner and utility transport
History 
The An-38 is an all-new development of the earlier An-28, series production of which had been transferred to PZL-Mielec in Poland. During a sales tour of India in 1989 a requirement emerged for a larger 25-30 seat version of the An-28. Late 1990 this was approved by the Soviet Ministry of Transport. At the 1991 Paris Air Show a model was shown and details were made public for the first time. The aircraft is intended to replace An-24s, Let L-410s and Yak-40s.
As the An-28 was produced in Poland, and had to be paid in foreign currency after the break-up of the Soviet Union, payment in local currency was an added advantage for the development of the An-38.
The An-38 retains the basic wing and twin fin tail structure of the An-28, but has a stretched fuselage with three additional seat rows. New high efficiency Honeywell TPE331 or Omsk TVD-20 engines power the An-28. Many other improvements have been made such as improved sound and vibration insulation, reduced external noise, improved cockpit and passenger cabin comfort, payload, fuel efficiency and flight speed. The An-38 is equipped with a rear cargo door and a cargo-handling overhead-track hoist. The seats and the baggage compartment can be folded by the crew to provide a clear space for use as a cargo aircraft.
The fixed tricycle gear with low pressure tires enables operation from unpaved runways. The An-38 has weather radar and an integrated navigation system and can be operated by night and in adverse weather. It can be equipped with Western or CIS avionics.
Apart from passenger and cargo configuration, the multirole An-38 can also be equipped for forest patrol, aerial photography, survey, fishery patrol, ambulance, VIP transport and military airlift.
The first flight was made on June 23 1994 by the version with TPE331 engines, the An-38-100. The TVD-20 version, the An-38-200, followed on December 11 2001. Certification of the An-38-100 in compliance with AP-25 rules was granted April 22 1997. The An-38-200 was certificated on November 28 2002.
The An-38-110 is a -100 with a reduced avionics fit, the An-38-120 is a -100 with an enhanced avionics fit.
In December 1995 Antonov and NAPO (Novosibirsk Aircraft Production Association) established a joint venture company, Siberian Antonov Aircraft, to produce, market and provide after-sale support of the An-38. Series production of the An-38-100 aircraft is by NAPO.
Two prototypes (one at Antonov and one at NAPO) and a static test airframe were built. Vostok Airlines became the launch customer for the production aircraft and the first three were received by mid-1995. The An-38 also entered service with e.g. Layang Layang Aerospace in Malaysia, Alrosa-Avia in Russia, and Vietnam Air Services.

03 Juni 2013

5 Maskapai penerbangan di Indonesia

Daftar 5 Maskapai Penerbangan di Indonesia

1. Garuda Indonesia


Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan Indonesia yang berkonsep sebagai full service airline (maskapai dengan pelayanan penuh). Saat ini Garuda Indonesia mengoperasikan 82 armada untuk melayani 33 rute domestik dan 18 rute internasional termasuk Asia (Regional Asia Tenggara, Timur Tengah, China, Jepang dan Korea Selatan), Australia serta Eropa (Belanda).

Sebagai bentuk kepeduliannya akan keselamatan, Garuda Indonesia telah mendapatkan sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA). Hal ini membuktikan bahwa maskapai ini telah memenuhi standar internasional di bidang keselamatan dan keamanan.

Untuk meningkatkan pelayanan, Garuda Indonesia telah meluncurkan layanan baru yang disebut "Garuda Indonesia Experience". Layanan baru ini menawarkan konsep yang mencerminkan keramahan asli Indonesia dalam segala aspek. Untuk mendukung layanan ini, semua armada baru dilengkapi dengan interior paling mutakhir, yang dilengkapi LCD TV layar sentuh individual di seluruh kelas eksekutif dan ekonomi. Selain itu, penumpang juga dimanjakan dengan Audio and Video on Demand (AVOD), yaitu sistem hiburan yang menawarkan berbagai pilihan film atau lagu, sesuai pilihan masing-masing penumpang.

Berbagai penghargaan pun telah diterima oleh Garuda Indonesia sebagai bukti dari keunggulannya. Pada tahun 2010, Skytrax menobatkan Garuda Indonesia sebagai “Four Star Airline” dan sebagai “The World's Most Best Improved Airline”. Selanjutnya pada Juli 2012, Garuda Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai “World's Best Regional Airline” dan “Maskapai Regional Terbaik di Dunia”.  Sebuah lembaga konsultasi penerbangan bernama Centre for Asia Aviation (CAPA), yang berpusat di Sydney, juga memberikan penghargaan kepada Garuda Indonesia sebagai "Maskapai yang Paling Mengubah Haluan Tahun Ini", pada tahun 2010. Sedangkan Roy Morgan, lembaga peneliti independen di Australia, juga memberikan penghargaan kepada Garuda Indonesia sebagai “The Best International Airline” pada bulan Januari, Februari dan Juli 2012.

Garuda Indonesia memang telah berhasil mengubah haluannya, sehingga terhindar dari kegagalan di masa krisis dan meraih kesuksesan pada era 2006 hingga 2010. Setelah melalui masa-masa sulit, kini Garuda Indonesia melanjutkan kesuksesan dengan menjalankan program 5 tahun ekspansi secara agresif. Program ini dikenal dengan nama ‘Quantum Leap’. Program ini diharapkan akan membawa perusahaan menjadi lebih besar lagi, dengan jaringan yang lebih luas dan diiringi dengan kualitas pelayanan yang semakin baik.

Saat ini Garuda Indonesia memiliki tiga hub di Indonesia. Pertama adalah hub bisnis yang berada di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kedua adalah hub di daerah pariwisata yang berada di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Kemudian untuk meningkatkan frekuensi penerbangan ke bagian timur Indonesia, Garuda Indonesia juga memiliki hub di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Terlepas dari bisnis utamanya sebagai maskapai penerbangan, Garuda Indonesia juga memiliki unit bisnis (Strategic Business Unit/SBU) dan anak perusahaan. Unit bisnis Garuda Indonesia adalah Garuda Cargo dan Garuda Medical Center. Sedangkan anak perusahaan Garuda Indonesia adalah PT Citilink Indonesia, yaitu maskapai tarif rendah (Low Cost Carrier), PT Aerowisata (hotel, transportasi darat, agen perjalanan dan katering), PT Abacus Distribution System Indonesia (penyedia layanan sistem pemesanan tiket), PT Aero System Indonesia/Asyst (penyedia layanan teknologi informasi untuk industri pariwisawata dan transportasi) dan PT Garuda Maintenance Facility (GMF AeroAsia), yaitu perusahaan yang bergerak di bidang perawatan pesawat, perbaikan, dan overhaul.
Pada bulan Februari 2011, Garuda Indonesia telah menjadi Perusahaan Publik dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

2.  Lion Air


Lion Air mulai mengangkasa dari Indonesia pada tahun 2000 dengan satu buah pesawat dalam armadanya. Selama delapan tahun beroperasi, Lion Air kini terbang ke lebih dari 36 kota di Indonesia dan banyak tujuan-tujuan penerbangan lainnya, seperti Singapura, Malaysia dan Vietnam dengan armada Boeing 737-900ER yang baru.
Sebagai perusahaan transportasi swasta yang terbesar di Indonesia, kami bukan hanya menawarkan harga yang terjangkau kepada penumpang kami, namun juga perjalanan udara yang aman, menyenangkan, dapat diandalkan dan nyaman.
 Sejak berdiri di tahun 2000, kami telah mengambil banyak langkah penting dalam mengusahakan harga tiket yang terjangkau bagi lebih banyak penumpang di Asia. Lihatlah batu loncatan kami dan temukan kesuksesan maskapai penerbangan domestik Indonesia yang terbesar ini.
  • Lion Air diresmikan sebagai ketua Konferensi Internasional Asia Pacific Regional Aviation (ARA) yang diadakan di Singapura pada tanggal 19 November 2003.
  • Lion Air memperoleh "Best Brand Award 2004" dari SWA, sebuah majalah marketing yang terbit di Indonesia. Hasil ini diperoleh oleh Marketing Research Specialist (MARS) berdasarkan survey yang dilakukan pada 6.000 orang di 5 kota besar di Indonesia. Lion Air meraih indeks sebesar 33.6% dalam kemampuan atau potensial dari sebuah produk untuk menambah jumlah penumpang di masa depan.
  • Lion Air ditetapkan sebagai maskapai penerbangan resmi Miss Universe dan Puteri Indonesia 2004.
  • Lion Air menyewakan pesawatnya dan mengirimkan kru dan teknisinya ke Myanmar dalam rangka membantu mendirikan Myanmar Airlines.
  • Lion Air ditetapkan sebagai maskapai penerbangan resmi untuk Miss Asean 2005.
  • Lion Air merupakan pembeli perdana dan merupakan operator terbesar Boeing 737-900ER, anggota terbaru jenis Boeing's Next Generation 737.

    3. Sriwijaya Airlines

    Sriwijaya Air adalah sebuah maskapai penerbangan di Inonesia. Sriwijaya Air didirikan dengan tujuan untuk menyatukan seluruh kawasan Nusantara seperti keinginan raja kerajaan Sriwijaya dahulu yang berasal dari kota Palembang. Oleh keluarga Lie (Hendry, Chandra, Andi dan Fandi) keinginan tersebut diwujudkan melalui pengembangan transportasi udara. Pada mulanya Sriwijaya Air mengoperasikan 13 buah Boeing 737-200. Sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pemenuhan pelayanan publik yang lebih baik, Sriwijaya Air menambah dan memperluas jangkauan penerbangannya dari Barat ke Timur dan menambah 10 pesawat dengan seri yang lebih baru Boeing 737-500 dan 737-800NG serta 20 pesawat Embraer 175 danEmbraer 195. Pada tanggal 18 Desember 2008, Sriwijaya Air akan mengembangkan sayapnya dengan membuka rute internasional ke Singapura. Kode penerbangan Sriwijaya Air yang diberikan oleh IATA adalah SJ dan kode ICAOSJY, serta tanda panggil (callsign) "Sriwijaya"


    3. Trigana Air Service


    Berikut adalah daftar dari beberapa pelanggan kami dan operasi yang dilakukan di berbagai tempat di sekitar dia utama atribut dan kekuatan yang mendasari Trigana Air SERVICE adalah awak pesawat kami, dengan kematangan, pengalaman dan dedikasi, perhotelan berorientasi pelanggan, komitmen gabungan mereka terhadap kinerja dan layanan dan kebanyakan dari semua, keyakinan mereka dan praktek standar keamanan tertinggi, yang telah dinyatakan oleh Perusahaan menjadi budaya perusahaan kami. Untuk memudahkan kami telah bernama filosofi kami sebagai - profesional - yang telah menjadi standar kami untuk operasi dan pemeliharaan.

    TIM KAMI:

    Dijalankan oleh pilot profesional kami bersama dengan Insinyur dan semua bagian yang mendukung, mereka melakukan pekerjaan mereka dalam solid, terintegrasi dan mandiri bertindak termotivasi pada hari demi hari, menyadari memiliki tanggung jawab untuk membawa pekerjaan luar biasa keharusan bahwa perusahaan telah bergantung pada.

    4. Mandala Air


    Mandala adalah maskapai nasional berumur 40 tahun yang telah dibeli oleh Indigo Partners dan Cardig International di tahun 2006. Pembelian Mandala didasarkan pada pertimbangan bahwa potensi yang bisa diraih terkait dengan peluang pertumbuhan bisnis penerbangan di dunia ketiga, setelah China dan India. Dengan pasar domestik yang lebih besar dari India, investasi melalui Mandala, memberi peluang bagi Mandala untuk memanfaatkan jaringan rute penerbangan yang luas dengan brand nasional yang kuat serta memungkinkan menjadikan Mandala sebagai maskapai penerbangan modern yang menawarkan keamanan, dapat diandalkan, dengan harga terjangkau.
    Pada 2007, Mandala telah memesan 30 pesawat airbus baru senilai 2,3 miliar dolar AS, Mandala dikelola jajaran manajemen berpengalaman internasional. Mandala juga telah menghentikan penggunaan semua Pesawat Boeingnya dan menjalin kerja sama denganSingapore Airlines Engineering Company untuk perawatan pesawat.
    Mandala kini menawarkan jaringan pelayanan yang luas untuk 17 tujuan penerbangan, dengan menggunakan pesawat yang aman dan armada Airbus A320 dan A319 dengan ketepatan jadwal, kebersihan pesawat terjaga serta penawaran harga yang sangat terjangkau.
    Prioritas utama Mandala adalah menjadi maskapai penerbangan dengan standar keselamatan penerbangan internasional. Untuk mencapai itu, Mandala telah menjalani audit guna mendapatkan sertifikasi IOSA dari IATA. Selain itu, Mandala juga telah menjalani audit dari Airbus, Boeing dan sejumlah perusahaan di bidang perminyakan yang telah memberikan persetujuan untuk terbang bersama Mandala. Karena masalah utang, maskapai ini berhenti beroperasi pada tanggal 12 Januari 2011 ini.
    Maskapai ini kemudian meminta penjadwalan ulang pembayaran utangnya ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat .Utang Mandala saat itu sebesar 800 milyar rupiah kepada 271 kreditur, terutama kepada penyewa (lessor) pesawat-pesawatnya Akhir Februari 2011, para kreditur menyetujui untuk merestrukturisasi utang Mandala menjadi saham. 70.58 persen kreditur menyetujui merestrukurisasi utang maskapai ini sebesar 2.4 triliun rupiah.
    Pada April 2011, tim kurator menyatakan bahwa Mandala akan menjalankan operasinya kembali pada bulan Mei 2011. Maskapai ini kemudian memastikan diri kembali beroperasi pada bulan Juni 2011. Sebagai bagian restrukturisasinya, maskapai ini pun mengalami pergantian kepemilikan saham. Pemegang saham mayoritas adalah PT Saratoga Investment Group sebesar 51%, diikuti oleh Tiger Airways dari Singapura sebesar 33%, dan 16% sisanya dimiliki oleh pemegang saham lama dan para kreditor.

    5. Air Asia


    Air Asia adalah maskapai penerbangan terdepan Asia dibangun berdasar impian untuk memungkinkan semua orang dapat menikmati layanan penerbangan. Sejak tahun 2001, AirAsia langsung mengubah norma-norma perjalanan di dunia, dan muncul menjadi yang terbaik. Dengan jaringan rute yang membentang di lebih dari 20 negara, , AirAsia terus membuka jalan bagi penerbangan berbiaya terjangkau lewat solusi inovatif, proses efisien dan pendekatan yang baru dalam usaha ini. Bersama anak-anak perusahaan seperti AirAsia X, Thai AirAsia, Indonesia AirAsia, Philippines’ AirAsia Inc dan AirAsia Jepang, kami siap membawa penerbangan berharga terjangkau ke puncak pencapaian dengan keyakinan kami bahwa "Sekarang, Semuanya Dapat Terbang".

    AirAsia X

    Memfokuskan diri pada segmen dengan biaya terjangkau dan jarak penerbangan jauh - AirAsia X didirikan pada tahun 2007 untuk memberikan jaringan titik-ke-titik dan frekuensi penerbangan tinggi pada bisnis penerbangan jarak jauh. Biaya efisien AirAsia X dicapai dengan mengoperasikan armada pesawat yang sederhana dan jaringan rute yang berdasarkan pada bandara berbiaya terjangkau - tanpa sistem saling berbagi kode yang rumit dan 'warisan' berbagai ongkos biaya tambahan yang membengkakkan biaya penerbangan tradisional tanpa menyesuaikan dengan faktor keselamatan.Penumpang terus menikmati biaya hemat, melalui penghematan biaya yang kami lanjutkan kepada tamu kami.

    Pengoperasian AirAsia X’s yang efisien dan dapat dipercaya memiliki lisensi penuh dan dimonitor oleh regulator dari Malaysia dan Internashional dan mengacu sepenuhnya kepada standar internasional. AirAsia X berkomitmen untuk menawarkan biaya hemat yang X-citing (menarik), tingkat keamanan dan kepedulian yang X-emplary (patut diteladani), dan layanan serta pengalaman yang X-traordinary (luar biasa) di dalam pesawat kepada seluruh tamu kami- menyebarkan pengalaman yang menarik bersama AirAsia ke tujuan-tujuan yang X-citing (penuh daya tarik) di Australia dan Asia.



Spesifikasi Boeing 737-100/200

The Boeing 737-100/200

Country of origin 
United States of America
Photos 
Click here for full size photo!
Click for large version.

Photo © Richard Barsby - Aviation Photography CYEG
More passenger cabin photos...
Click here for full size photo!
Click for large version.

Photo © Serge Bailleul - AirTeamImages
More cockpit photos...
Powerplants 
737-100 - Two 62.3kN (14,000lb) Pratt & Whitney JT8D-7 turbofans.
737-200 - Two 64.5kN (14,500lb) JT8D-9As, or two 68.9kN (15,500lb) JT8D-15s, or two 71.2kN (16,000lb) JT8D-17s, or two 77.4kN (17,400lb) JT8D-17Rs with automatic reverse thrust.
Performance 
737-100 - Max speed 943km/h (509kt), economical cruising speed 852km/h (460kt). Range with max fuel 2855km (1540nm).
737-200 - Max speed 943km/h (509kt), max cruising speed 927km/h (500kt), economical cruising speed 796km/h (430kt). Range with 115 passengers and reserves between 3520km (1900nm) and 4260km (2300nm) depending on weight options and engines.
Weights 
737-100 - Empty 25,878kg (57,000lb), max takeoff 49,940kg (110,000lb).
737-200 - Operating empty 27,448kg (60,600lb), max takeoff 52,390kg (115,500lb), or optionally 58,740kg (129,500lb).
Dimensions 
737-100 - Wing span 28.35m (93ft 0in), length 28.67m (94ft 0in), height 11.29m (37ft 0in). Wing area 91.1m2 (980sq ft).
737-200 - Same except for length 30.53m (100ft 2in).
Capacity 
Flightcrew of two.
737-100 - Typical single class seating for 100.
737-200 - Typical single class seating for 115, max seating for 130 at 74cm (29in) pitch.
737-200C/QC payload 15,545kg (34,270lb), consisting of pallets or containers.
Production 
1144 737-100s and 200s built, comprising 30 100s and 1114 200s, including 19 T-43A (737-200) navigation trainers for the USAF and 104 737-200Cs. Approximately 1 737-100 and 550 737-200s remained in commercial and corporate service in early 2005.
Type 
Short range narrowbody airliner
History 
The 737-100 and 200 are the first generation production models of the world's most successful jet airliner family, Boeing's 737 twinjet.
The 737 was conceived as a short range small capacity airliner to round out the Boeing jet airliner family beneath the 727, 720 and 707. Announced in February 1965, the 737 was originally envisioned as a 60 to 85 seater, although following consultation with launch customer Lufthansa, a 100 seat design was settled upon. Design features included two underwing mounted turbofans and 60% structural and systems commonality with the 727, including the same fuselage cross section (making it wider than the competing five abreast DC-9 and BAC-111).
The 737-100 made its first flight on April 9 1967 and entered service in February 1968 with Lufthansa, while the last of 30 built was delivered to Malaysia-Singapore Airlines in October 1969.
By this time however the larger capacity 1.93m (6ft 4in) stretched 737-200 was in service after it had made its first flight on August 8 1967. First delivery, to United, was that December.
Developments of the -200 include the -200C convertible and quick change -200QC, while an unprepared airfield kit was also offered. The definitive Advanced 737-200 appeared in 1971, featuring minor aerodynamic refinements and other improvements.
Sales of the 737-200 far exceeded that of the shorter -100 and the 737-200 remained in production until 1988, by which time it had been superseded by the improved 737-300, after 1114 had been built. Many have been fitted with Stage 3 engine hushkits, and a number of passenger aircraft have been converted with cargo doors.
The USAF ordered 19 as navigation trainers, and some were later converted to standard transport aircraft as CT-43A. A few other air forces received 737-200s to serve in general transport, surveillance or VIP transport tasks.
Copyright Airliners.net, some information Copyright Aerospace Publications
Related links